d3tektro its

web forum keluarga besar d3 elektro its
 
IndeksFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)

Go down 
PengirimMessage
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 34
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Sat Dec 08, 2007 1:56 pm

Dulu kan cuma novel, nah sekarang di filmkan.
What a Face

Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah. Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya. Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah

Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja. Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak. Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya

Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini? bounce
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
kirman

avatar

Jumlah posting : 137
Location : Tanon-Gemolong-Sragen-Jateng
Registration date : 07.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Sun Dec 09, 2007 12:35 pm

Film ini garapan siapa A'? Jangan jangan garapannya tidak sebagus novelnya. Jangan jangan malah menghancurkan novel dan isi serta karakter dan penokohan yang ada didalamnya. Mending ga usah di flmkan aja. Biarin kayak gitu ae lak malah keren. Seperti isi aslinya (Dulu sempat baca soalnya, tp lewat file. Habis itu beli bukunya, sama isinya)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://kirmanan.blogspot.com/
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 34
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Mon Dec 10, 2007 10:59 am

kalo dilihat dari sinopsisnya,
disitu terlihat beberapa nama pemain.
nama pemain yang di film ini ama di novel sama kan ya?
cz aku juga lupa-lupa inget, udah lama sih novelnya.
trus backgorundnya juga sama, di al-azhar mesir.
kejadian ketemu aisha di metro (kereta) juga sama.
tuduhan pemerkosaan by noura juga ada.

ini sedikit informasi yang berhasil aku dapet
Sutradara : HANUNG BRAMANTYO
Penulis : SALMAN ARISTO/GINATRI NOER
Produser : DHAMOO PUNJABI, MANOJ PUNJABI
Produksi : MD PICTURES

ya semoga film ini ga beda jauh ama novelnya karangan habiburrahman
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 34
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Thu Dec 27, 2007 12:49 pm

film ini ternyata ditunda sampe awal januari.
kemungkinan sih tgl 4 mulai di puter.
ga tau kalo di sby udah diputer blm.
bagi yang udah nonton share dong gimana tanggapannya, hehe
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 34
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: KISAH DI BALIK LAYAR AYAT-AYAT CINTA I   Mon Dec 31, 2007 9:55 am

Sutradara : Hanung Bramantiyo

Aku mulai sadar bahwa tidak mudah membuat film agama. Itulah kenapa ibuku dulu berpesan kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu: Islam. Awalnya aku cuma tersenyum mendengar kata-kata ibuku. Senyum yang menyangsikan. Sebab pada waktu itu buatku film agama tidak lebih dari sekedar petuah-petuah yang membosankan. Lelaki berpeci dengan baju koko, bertasbih, kadang berewokan, mulutnya nerocos soal ayat dengan cara menghadap kamera. Membuat dirinya tampak suci dengan mengumbar ayat-ayat Quran. Ah, tidak terbayang olehku sebuah film agama.
Aku terjun membuat film Cinta: Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, dsb ... dsb ... Tapi aku tetap yakin bahwa suatu saat akan datang masa aku membuat film tentang agama.

Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC).

'Kenapa anda membuat film ini?' Tanyaku

'Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.'

1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar.


Lalu aku mulai memasuki tahap persiapan dan riset.

Wallohu ... Aku melihat islam dari dekat sekali. Sangat dekat. Di Kairo, aku menatap Menara Azhar, aku menyentuh dinding dan lantai Azhar university, aku mencium bau apek baju-baju dan karpet mahasiswa Alzhar tetapi memiliki roman muka bersih dan santun. Aku melihat keikhlasan mereka saat bersujud diatas sajadah buluk. Bibir mereka pecah-pecah oleh panas sekaligus dingin hawa Kairo, tetapi dibalik bibir pecah itu terlantun dzikir panjang menyebut: Alloh ... Alloh ...

Lalu aku melihat seorang syaih duduk bersila dihadapan murid-muridnya. 'Tallaqi' mereka menyebutnya. Aku mendengar seorang melantunkan ayat-ayat Al quran di sudut masjid. Dan juga di pinggiran jalan. Seolah quran bagaikan bacaan novel. Allohu Akbar ... Allohu Akbar. Inikah caramu membuatku dekat dengan agamaku, Ibu?

Darahku menggelora membuat mataku terbelalak. Islam sangat indah. Islam sangat eksotis. Tapi orang-orang islam seperti tidak mengerti semua itu. Orang-orang Islam di Jakarta lebih memilih jalan-jalan ke eropa daripada ke Kairo.

'Saya akan membuat film ini eksotis, pak' begitu kata saya ke producer.

Dan mulailah persiapan dimulai. Semangatku menggelora. Aku baca buku-buku tentang Fiqih dan sunnah. Aku libatkan mahasiswa Al Azhar untuk mendampingiku. Aku sangat hati-hati sekali melakukan ini agar apa yang tertulis dalam novel dengan indah pula tersampaikan lewat gambar. Sebuah film yang lembut, yang indah, yang suci tergambar di depan mataku dan aku yakin sekali bisa mewujudkannya.

Namun semua impianku itu tidak begitu saja mudah diwujudkan.

Pertama kali berita tentang pembuatan film AAC tersebar, halangan pertama datang justru dari pembaca. Diantara banyak yang berharap, mereka juga menyangsikan, sinis, dan mencemooh. Bahkan ada yang bilang : 'Wah, sayang sekali novel sebagus ini akan difilmkan. Jadi ill Feel, deh'. ada juga yang bilang 'Tidak pernah aku lihat Novel yang di filmkan hasilnya bagus, sekalipun Harry Potter. Apalagi ini.'

Kami tahu bahwa film ini harus dibuat dengan hati-hati sekali. Kami juga tidak begitu saja memilih pemain hanya semata-mata ganteng dan 'menjual'. Karena itu kami menggandeng ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai penasehat kami.

Sebelum aku melakukan casting, aku berdiskusi dulu dengan kang Abik. Kang abik sangat concern dengan sosok Fahri. Dia harus turut serta memilih tokoh Fahri. Semula kami membuka casting di pesantren-pesantren. Tetapi hasilnya Nol. Bukan berarti para santri tidak ada yang ganteng dan pintar seperti fahri. Tetapi banyak diantara mereka sudah menganggap 'Film' adalah produk sekuler. Oleh sebab itu banyak diantara mereka tidak mau ikut casting. Saya pernah membaca satu hadist, jangankan membuat film, menggambar manusia saja hukumnya Haram. Nanti di Neraka hasil gambar yang kita buat harus kita hidupkan. Kalau tidak bisa, Malaikat Jibril akan mencambuk kita dengan cambuk api.

Kami melakukan casting lebih dari 5 bulan. Semua yang ikut casting adalah pemain-pemain terkenal. Tapi diantara mereka banyak terjebak pada tuntutan atas 'Kesucian Fahri'. Lalu ditengah keputusasaan kami datang seorang lelaki. Ganteng, tetapi tidak sombong (tidak merasa dirinya ganteng). Sering kita lihat di Mal-Mal, banyak lelaki pesolek, sadar sekali bahwa dirinya ganteng. Tetapi lelaki ini tidak . Dia sangat santun. Bahasanya pun santun. Ketika berucap Alloh, dia agak-agak canggung. Bahkan tidak fasih seperti ustadz. Pada saat dia sholat aku melihat gerakannya jauh dari sempurna. Tetapi lelaki itu punya mata yang didalamnya mengandung semangat belajar. Dia adalah Fedi Nuril. Aku berdiskusi dengan kang Abik. Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang. Akhirnya kita sepakat memutuskan dia yang main sebagai Fahri. Alasanku adalah, Fahri bukan lelaki sempurna. Tapi yang membuat Fahri tampak sempurna karena dia sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Keputusan Fedi Nuril sebagai Fahripun mengundang banyak kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC, terutama di Malaysia. Karena film Fedi Nuril sebelumnya menampilkan Fedi ciuman dengan perempuan bukan muhrim. Fedi pun mengakui itu. Yang membuat aku terharu, Fedi menganggap film AAC sebagai media dia buat dekat dengan Islam. Belajar kembali tentang Islam. Karena film ini, Fedi jadi rajin membuka-buka lagi buku tentang Islam. Bahkan Fedi menyadari segala tingkah lakunya yang tidak Islami selama ini setelah memerankan Fahri. Sungguh, baru kali ini aku rasakan dampak film yang begitu besar mempengaruhi keimanan seseorang. Terima kasih kang abik. terima kasih Ibu.

Pada saat kami mencari sosok Aisha dan Maria, semula kami bersepakat untuk mencari pemain Mesir. Tetapi setelah kami melakukan riset disana, sangat mengagetkan. Perempuan-perempuan Mesir lebih tua dari umurnya. Aku mengcasting seorang perempuan mesir bernama Roughda untuk berperan sebagai Aisha. Tidak hanya cantik, tetapi mainnya luar biasa. Tetapi setelah di sejajarkan dengan Fahri, terlihat Roughda lebih pas sebagai kakaknya daripada isteri Fahri. Padahal umurnya lebih muda 3 tahun dari Fedi Nuril. Lalu kami mencari pemain dengan umur 8 tahun lebih muda dari Fedi. Pada saat kami sejajarkan, sangat pas. Tetapi disaat dia berdialog tentang perkawinan, tidak bisa dipungkiri 'kedewasaannya' tidak tampak. Alias belum matang. Kami bingung dan akhirnya kami sepakat untuk mencari pemain indonesia saja.

Tidak gampang mencari pemain indonesia yang cantik sekaligus solihah. Pak Din Syamsudin berpesan kalau bisa pemain Aisha kesehariannya ber jilbab. Lihatlah siapa artis kita yang bertampang Bule yang seperti itu. Hanya Zaskia Meca saja yang berjilbab dan cantik. Selebihnya tidak ada. Sementara itu Zascia tidak bertampang bule. Dia sangat sunda. Pernah kita meng casting Nadine Candrawinata. Dia sangat cantik dan bermain bagus. Dangat cocok pula berdampingan dengan Fedi Nuril. Tapi Nadine bukan Muslim. Padahal Nadine sudah mau bermain sebagai perempuan Muslim. Aku pernah berdiskusi panjang dengan kang abik soal itu. Aku bilang padanya ...

'Suatu hal yang unik, ketika tokoh Maria yang kristen dimainkan oleh seorang muslim, sementara tokoh Aisha yang Islam dimainkan seorang kristen. Ini akan memperlihatkan sikap toleransi dan demokratisasi dalam Islam seperti di India.'

Tetapi kang abik dan pak Din Syamsudin menyarankan untuk jangan bertaruh terlalu besar di film ini. Masyarakat Islam di Indonesia berbeda dengan India. Di India, masyarakat moslem dan Non Moslem sudah terdidik tingkat kedewasaan dalam toleransi, sementara di Indonesia belum. Akhirnya dipilihlah Ryanti sebagai Aisha dan Carrisa Putri sebagai Maria.

Ketiga pemain itu dikursuskan bahasa arab secara privat untuk mendalami kehidupan Muslim di kairo. Mereka sangat antusias. Namun antusiasme itu harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka juga punya kesibukan lainnya. Ryanti sebagai VJ di MTV dan Carrisa bermain sinetron. Ryanti yang bagiku sangat keteter ketika berperan sebagai Aisha. Asiha adalah sosok yang memiliki beban berat. Sementara Ryanti sebagai VJ MTV harus selalu tampak riang dan ringan. Sering sekali benturan itu membuat proses pendalaman karakter tidak sempurna. Aku frustasi sendiri. Tetapi aku ingat, bahwa di Film ini kesabaranku benar-benar di uji. Impianku mewujudkan keindahan dan kedalaman Islam terbentur oleh kenyataan sebaliknya: Ringan, Riang, Hedonistik dan Pop. Apalagi ketika producer tiba-tiba berubah pikiran melihat kenyataan penonton Film Indonesia banyak di dominasi anak-anak muda yang pop, ringan dan tidak menyukai hal-hal bersifat perenungan. Dia lantas ingin mengubah karakterr film AAC menjadi sangat pop seperti Kuch Kuch Hotahai ... Tuhanku! Tuhanku! selamatkan film ini ...

Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai ...

Sabar ... Sabar ... Ikhlas ... ikhlas!!!

begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan ... cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan. Berkali-kali aku berucap terima kasih kepada Kang Abik yang sudah secara tak langsung mempercayaiku menyutradarai film ini, dimana telah membuatku kembali merasa dekat dengan Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Dan terakhir, berkali-kali aku berucap syukur kepada Ibuku yang telah berpesan untuk membuat film tentang agama. Sekarang aku mengerti, kenapa Kau berpesan begitu Ibu. Tidak lain hanyalah untuk membuatku selalu dekat dengan Islam ...

La haula wa kuwwata illa billahi ...

Oleh : Hanung Bramantiyo
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
iwank

avatar

Jumlah posting : 50
Registration date : 09.01.08

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Wed Jan 09, 2008 11:01 pm

wah asyik juga yach...emm....kayaknya pengin nonton juga dech..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
fandi



Jumlah posting : 39
Registration date : 08.01.08

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Mon Jan 21, 2008 1:14 pm

kok masih blm mulai ya?
ato aku udah ketinggalan nih?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
avank97

avatar

Jumlah posting : 13
Location : di kegelapan Gua ......................
Registration date : 10.01.08

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Tue Jan 22, 2008 5:13 pm

nunggu palentin mas ...........................
emang kampret tuh .................
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 34
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Tue Jan 22, 2008 8:48 pm

mas avank97, tau ga kapan jadwalnya? tgl berapa gitu?
cz dari isu yang aku denger, tgl 14 jan kemaren sempat maen di blok M,
tapi gara2 ada sedikit bahasa arabnya, so di revisi lagi.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 34
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Fri Jan 25, 2008 6:04 pm

KISAH DI BALIK LAYAR AAC II

Kairo adalah kota dimana manusia-manusia Fahri, Aisha, Maria, Noura, Nurul, dan segudang manusia-manusia ciptaan Kang Abik bertebaran, hidup, saling bicara dan saling mencinta. Kairo sangat indah kata kang Abik. Sudut-sudut pasar El Khalili, jalanan di Down Town, Menara-menara masjid termasuk didalamnya Masjid Al Azhar dan University of Azhar Cairo. Sangat detil kang Abik menggambarkan itu dalam novelnya, yang membuat aku tertantang untuk mewujudkan dalam gambar: Bangunan-bangunan tua peninggalan 3 Dinasti (Firaun, kesultanan dan Penjajah Perancis), Kios-kios berdempetan berhadapan dengan trotoar-trotoar sempit yang penuh dengan pejalan kaki, terkadang diisi kursi-kursi rotan café pinggir jalan yang meletakkan seorang tua sedang menyedot shisa. Lalu 5 jam dari tempat itu, menuju matahari terbit, kita melihat kampung tua El Giza dengan aroma kotoran unta yang … hmmm, sekilas menjijikkan, tetapi … tertutup oleh eksotisnya lingkungan khas kairo. Bangunan itu berdiri dari tumpukan bata-bata merah yang dipoles campuran semen dan pasir. Menjadikan warna muach.. muda dominan, berpadu selaras dengan warna tanah, warna kain-kain yang dipakai membalut tubuh gadis-gadis kairo, dan warna kulit unta. Bangunan itu ada banyak. Bertebaran. Saling berdiri begitu saja. Tidak begitu rapi seperti bangunan-bangunan kuno di Itali atau paris, tapi sangat menarik bagiku. Apalagi dengan latar belakang sepasang pyramid yang gagah menjulang menyentuh langit.
Kairo … ah, Kairo. Di kota ini aku akan meletakkan kamera, melukis dengan cahaya, membangun set dan meletakkan pemain-pemain didalamnya. Pemain Indonesia yang bergaya selayaknya orang kairo asli.
Aku datang bersama tim kecil, menjalin kerjasama dengan local production house, Egypt Production. Mereka sangat senang menyambut kedatangan kami. Kata mereka, tidak mudah membuat film di kairo. Skenario film harus dapat ijin dari sensor film. Tidak seperti di Indonesia. Bisa dengan gampang membuat film apa aja. Karena waktu yang kita punya sangat sempit, ijin yang seharusnya 3 bulan, bisa diurus dalam 2 minggu oleh seorang local producer bernama Tammer Abbas; seorang muslim kairo, cerdas, berpengalaman di bidang film dan kharismatis. Tammer mem-provide apa yang kita butuhkan: Hunting Lokasi, akomodasi dan transportasi hingga penyewaan alat. Di benankku, sedemikian jelas tergambar film ini akan sedetil seperti yang kang abik tuliskan di novel.
Setelah riset selesai dan scenario jadi, 20 tim dari Jakarta datang untuk melakukan hunting lokasi sekaligus test kamera. Kami melakukan shooting di sebuah tempat di El Giza. Alat-alat yang di sediakan buat kami jauh lebih bagus dari yang sering kita pakai di Indonesia. Kami sangat di support disana. Kami melakukan persiapan di kairo selama 2 minggu. Tammer akan mensupport semua shooting di Kairo berikut kostum, lokasi, crew dan pemain pendukung. Film ini benar-benar akan menjadi film Indonesia yang shooting total di Luar Negeri. Baru pertama kali terjadi dalam sejarah perkembangan film nasional. Bisa dibayangkan, bagaimana perasaanku waktu itu. Ibu, aku akan persembahkan yang terbaik buatmu … sebuah film agama yang indah dan bersahaja. Yang akan kau kenang … dan semua umat muslim Indonesia dan dunia tentunya …
`Mendadak semua berhenti begitu saja. Impian itu kandas. Producer membatalkan shooting di Kairo dengan alasan bujet produksi yang ditawarkan Egypt Production tidak masuk akal. Tammer Abbas menawarkan angka 3 kali lipat produksi standart Film Indonesia. 1 Film AAC di produksi sama saja memproduksi 3 film layar lebar di Jakarta. Siapapun producer di negeri ini akan berfikiran sama: Membatalkan produksi Film.
Seakan runtuh bangunan mimpi yang sudah aku bangun. Satu persatu menimpaku.
Tapi producerku tidak begitu saja berniat membatalkan produksi film ini.
'Kita sudah terlanjur berjanji dengan banyak orang.' Katanya …
Bersama-sama kita mulai memikirkan bagaimana AAC bisa diproduksi sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kemudian kita mencari sponsor untuk bisa tetap shooting di Kairo. Kita menjalin kerjasama dengan The Embassy of Egypt di Jakarta. Lewat hubungan baik dengan ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, mereka setuju dengan tawaran ini. Kata Dubesnya, Film ini akan dikelola oleh dua Negara: Indonesia dan mesir. Sebelum di putar di bioskop, film ini harus diputar dihadapan presiden Negara-Negara Islam di Asia dan Timur Tengah, begitu kata Dubes. Betapa senangnya aku mendengar kabar ini. Impianku bangkit. Ku kabarkan berita ini ke teman-teman crew dan pemain. Mereka kembali semangat. Akhirnya dibuatkan kesepakatan antara dua Negara melalui Dubes Mesir-DepBudPar-PP Muhammadiyah. Bersama-sama kita melakukan pers conference, mengabarkan berita gembira ini ke masyarakat.
Namun lagi-lagi semua itu tidak ada artinya. Pemerintah mesir, sekalipun memberikan dukungan buat kerjasama ini, tidak bisa melakukan intervensi terhadap harga-harga termasuk di dalamnya Equiptment, lokasi, property. Itu adalah hak perusahaan swasta. Artinya, sekalipun di dukung pemerintah, tetap tidak bisa mempengaruhi harga. Harapan shooting di Kairo akhirnya kandas. Terlebih lagi pihak Egypt Production tiba-tiba mengirimkan tagihan atas hunting, pelayanan persiapan dan test kamera selama di kairo sebesar 500 juta rupiah. Angka yang tidak masuk akal buat producer untuk harga test kamera dan hunting. Biasanya di Jakarta kami melakukan hunting sekitar 5 juta sampai 10 juta. Test kamera gratis kita lakukan karena itu salah satu fasilitas perusahaan penyewaan alat.
Akhirnya producer tidak mau membayarnya. Terjadilah perselisihan antara keduanya. Pihak Egypt Production melayangkan surat gugatan ke pihak KBRI di Kairo. Pihak KBRI kairo mengirimkan surat ke Departemen Luar Negeri Indonesia dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang isinya terjadi penipuan pihak MD kepada perusahaan Kairo. Berita ini membuat Deplu dan Depbudpar menarik kembali dukungannya. Begitu juga dengan pihak Dubes Mesir. Seperti sebuah drama tragedy saja, nasib produksi Ayat-Ayat cinta tidak terselamatkan.
Terbayang olehku bangunan-bangunan bersejarah, menara-menara masjid Azhar yang tinggi menjulang, kios-kios berjajar, pasar-pasar tradisional, pyramid, guran sahara, pantai Alexandria yang indah … hilang … hilang ditelan angin begitu saja. Lalu pesan ibu terngiang : … Kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film agama …
Ana aasif … ya ummi …
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
kirman

avatar

Jumlah posting : 137
Location : Tanon-Gemolong-Sragen-Jateng
Registration date : 07.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Sun Jan 27, 2008 9:08 pm

Terus jadi tayang ndak akhirnya?

Terserah lah, bagaimana kisah-kisah dibalik layar ato dibalik bukit ato dibalik apalah ndak ada urusan. Yang menjadi pertanyaan, jadi siap tayang ndak? Beberapa hari lalu saya sempat lihat soundtrack-nya Ayat-ayat cinta yang dinyanyikan Rosa di TV.

http://kirmanan.blogspot.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://kirmanan.blogspot.com/
kirman

avatar

Jumlah posting : 137
Location : Tanon-Gemolong-Sragen-Jateng
Registration date : 07.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Sun Feb 24, 2008 9:26 am

Ayat-ayat cinta mau launching tuh tanggal 29 Februari besok menurut issue yang saya tahu. Tapi, katanya seh filmnya gak sebagus novelnya.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://kirmanan.blogspot.com/
Pandu.Pradana

avatar

Jumlah posting : 110
Age : 34
Location : BSD City
Registration date : 22.01.08

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Sun Feb 24, 2008 9:04 pm

Siap siap langsung nangkring di seat paling atas XXI summarecon Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://pandupradana.web.id
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 34
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Mon Feb 25, 2008 12:24 am

tgl 28 kan om??
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
kirman

avatar

Jumlah posting : 137
Location : Tanon-Gemolong-Sragen-Jateng
Registration date : 07.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Mon Feb 25, 2008 4:57 pm

Eh, iya tanggal 28 Februari, Betul kalau nggak salah.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://kirmanan.blogspot.com/
Pandu.Pradana

avatar

Jumlah posting : 110
Age : 34
Location : BSD City
Registration date : 22.01.08

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Sat Mar 01, 2008 8:39 am

Ih ternyata lumayan bagus tuh pilemnya (itu terbukti banyak cewek yang nangis haru, meski dia non-muslim, coz waktu nonton, ama cewe non-muslim seh Very Happy

hayo sapa yang belum nonton? cepetan gih, sebelum spanduknya diturunkan dari etalasi 21Cineplex Very Happy

*peace ah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://pandupradana.web.id
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 34
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Mon Mar 03, 2008 10:08 am

sabtu kemaren aku ngejar2 tuh pilem ama achoy..
ada temen yg meluncur ke djakarta theater aku ma achoy ke semanggi.
udah ngantri lama, ke abisan..
akhirnya cabut ke blok M.
rame bener yg mo nonton,,, eh abis juga untuk yg hari ini.
makan deh akhirnya..

trus hari minggu siang coba nonton yg di daerah agak pinggir, ke arion pulogadung, eh abis juga, yaudah nonton hantu ambulance aja...

tapi masih ada cd cadangannya, nih hari ada temen yg ngrim dari sby, tapi sengaja ga aku tonton sebellum nonton ke bioskop, kecuali sampe spanduknya diturunin masih aja blm sempet nonton... Mad
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
fandi



Jumlah posting : 39
Registration date : 08.01.08

PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   Wed Mar 26, 2008 11:11 am

gw terharu ama film ini.
tapi lebih terharu ama novelnya.
cz banyak adegan yang ga masuk ke filmnya.

denger2 novel kang abik satunya juga mo difilmin yah? yang ketika cinta bertasbih? ada yang tau about that??
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)   

Kembali Ke Atas Go down
 
Ayat-Ayat Cinta (Coming Soon Bulan Desember Insya Allah)
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
d3tektro its :: Entertainment :: Movies-
Navigasi: